Kendari Art Day (2020) | Rekap Event

Kendari Art Day adalah event yang diselenggarakan oleh Rumah Karya Mekongga sebagai puncak dengan terlebih awal mula di buka oleh workshop dari narasumber dan seniman yang menjadi bintang tamu. Workshop ini menghadirkan Oki Bima Reza Afrita (Penari), Maskur Al Arief (Music Arranger), Alam Sakti (Aktor), dan Rotua Magdalena (Desainer Artistik), yang diselenggarakan di tanggal 18-19 Februari 2020

Jum’at, 21 Februari 2020 menjadi acara puncak dimana Rumah Karya Mekongga menyelenggarakan malam kesenian yang bertempat di Gedung Pariwisata Prov. Sulawesi Tenggara. Mentor, dan juga seniman lokal Kota Kendari turut mengisi pagelaran semalam ini. Dihadiri berbagai kalangan, mulai dari anak – anak, remaja, sampai dewasa, suguhan seni yang kental dengan konsep yang rapi dan artsy, menjadi daya tarik yang membuat penonton tidak beranjak dari kursi untuk menghabiskan malamnya dengan menyaksikan pertunjukkan ini

Bunyi gong sebagai penanda dimulainya kegiatan di buka oleh sambutan Rumah Karya Mekongga sebagai penyelenggara acara, lalu dilanjutkan dengan persembahan tari kreasi oleh 8 Art Dance Company yang enerjik dengan musiknya yang menghentak. Selanjutnya, mentor sekaligus bintang tamu, Oki Bima Reza Afrita menyuguhkan penampilan tari solo dengan unsur magis yang kental. Seisi gedung menjadi hening seketika, mengikuti bunyi lonceng yang memenuhi aula pada malam itu, ditambah dengan bau dupa dan kemenyan semakin membuat penonton terbawa dengan olah gerak dan tari yang dibawakan

setelah penampilan Oki selesai, Saudade, grup musik akustik dengan unsur flamenco dan latin mempersembahkan 2 lagu, Katana dari Depapepe dan Hanuman dari Rodgrigo y Gabriella untuk kembali menghangatkan suasana. Dilanjutkan dengan penampilan Dersana yang dibuka oleh pembacaan puisi oleh Irianto Ibrahim, hasil karya kolaborasi antara Dersana dan beliau, dengan menampilkan lagu Saling Menumbuhkan, dan 59, dua lagu karya Dersana

di akhir acara di tutup oleh penampilan kolaborasi antara mentor dan seniman lokal Kendari, menampilkan konsep teatrikal yang sangat apik, diiringi musik yang menyayat hati disertai iringan cello dan biola, lalu gerak tari oleh Oki, ditambah dengan set panggung oleh Rotua Magdalena membuat malam hari itu menjadi malam yang patut diingat bagi seniman lokal Kendari yang menontonnya. Kolaborasi yang disuguhkan bersama seniman lokal Kendari ini menjadi subliminal message bagi seluruh masyarakat bahwa seni itu tidak terbatas, tidak ada penghalang, baik umur, ras, suku, agama, maupun jarak dan waktu.

Iryansyah Nasir

tukang review belum bersertifikat nasional, mengaku metal tapi nonton Grave of Fireflies tetap menangis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *