MOFEST 2019, Mewujudkan Indonesia Emas 2045 | Rekap Event

Indonesia Emas adalah sebutan ketika Indonesia genap berumur 100 tahun semenjak merdeka, tepatnya tahun 2045. Menuju era tersebut, pemerintah melakukan banyak persiapan diantaranya memastikan para sdm telah siap menghadapi era tersebut. Salah satunya menyiapkan generasi muda yang nantinya akan menemui masa produktif terbanyaknya pada tahun 2030 hingga 2040 yang disebut bonus demografi. 

Terdapat banyak aspek untuk membekali generasi muda dengan berbagai isu mendatang salah satunya isu yang krusial mengenai bagaimana keuangan negara dipergunakan. Untuk itu Kementerian Keuangan mengadakan kegiatan yang akan dilaksanakan tiap tahun dengan format festival yang akan menarik anak muda sebagai sasaran utamanya. Kegiatan yang dinamakan MOFEST atau Ministry of Finance Festival digelar di enam kota di Indonesia yaitu Pekanbaru, Pontianak, Kendari, Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta.

Kendari yang menjadi kota ketiga gelaran festival keuangan ini dihelat pada tanggal 30 Agustus 2019. Kegiatan dimulai pukul 7 dimana peserta dapat melakukan registrasi ulang ataupun pembelian tiket on the spot bagi yang kehabisan tiket pada dua sesi sebelumnya. Dihelat di Rumah Kopi 41, antusiasme masyarakat Kota Kendari begitu tinggi dimana banyak pengunjung kehabisan tempat. Sebelum acara dimulai, pengunjung menikmati santapan malam yang telah disediakan ataupun mengunjungi booth dari instansi keuangan yang ditangani oleh Kementerian Keuangan seperti Bea Cukai, Ditjen Pajak hingga LPDP. 

Mengusung tema future of today, generasi muda diajak memahami potensi ekonomi Indonesia, serta berkontribusi dalam memajukan negeri. Peserta terdiri dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, karyawan, penulis, akademi bahkan pengusaha. Mofest 2019 di Kendari mengusung tema Mofest Talk yang terbagi dalam tiga sesi. Talkshow kemudian diawali dengan sesi “Future of Today” dengan diskusi bersama Walikota Kendari, Sulkarnain K., S.E dan Ririn Kadariyah selaku Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sultra. Kedua narasumber memberi gambaran perkembangan ekonomi yang ada di Kendari dan Sulawesi Tenggara dimana alokasi APBN difokuskan untuk meningkatkan kualitas SDM. Alokasi anggaran yang berfokus pada pengembangan SDM diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sesi kedua dilanjutkan bersama narasumber yang berasal dari para awardee LPDP. Sesi yang bertajuk LPDP Scholarship 101 membahas bagaimana para awardee yaitu Citra Handayani dan M. Musrianton mendapatkan beasiswa baik dalam maupun luar negeri. Mendapatkan beasiswa terutama LPDP artinya telah siap untuk berkontribusi untuk negara dimana para pelamar tentu harus punya tujuan yang dapat menjawab permasalahan yang terdapat di Indonesia. Melalui sharing tersebut, para scholarship hunter dapat belajar untuk mengetahui bagaimana meyakinkan tim mendapatkan beasiswa LPDP. 

Sesi terakhir ditutup oleh Novita Sutopo dan Meika Hazim. Keduanya adalah founder muda yang sukses merintis usahanya. Sesi ini diisi dengan pembahasan tentang peluang usaha dengan tajuk “Socialpreneurship for Greater Impact”. Dengan metode wawancara kecil dengan beberapa pengunjung, founder Growing Project, Novita Sutopo mengajak generasi muda untuk melihat peluang usaha dari yang terjadi di sekeliling ataupun dengan melihat hal yang bisa menjadi potensi yang menjanjikan. Hal ini selaras dengan usaha yang dirintis Meika Hazim yang menggunakan coklat sebagai produk dari “Coklat Ndalem”. Sulawesi Tenggara yang merupakan penghasil coklat terbesar menjadi potensi yang menjanjikan untuk pengembangannya. Mengajak para petani untuk berkolaborasi dirasa bisa menjadi opsi jika ingin memanfaatkan hasil dari daerah. Tidak lupa, melakukan diferensiasi akan membuat produk kita lebih menonjol dibanding produk serupa yang bisa dilakukan secara sederhana dari pengemasan. 

Rangkaian festival pun berakhir ditandai dengan lulo bersama dengan para pengunjung. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan di Kendari lagi ya Rekavers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *