Birds Of Prey (2020) | Rekap Film

Pribadi sendiri ketika spin-off ini dibuat, merasa belum terlalu yakin kalau film ini akan siap, walaupun kita tau Margot Robbie yang sudah menjadi scene stealer di Suicide Squad kemarin pasti sangatlah ditunggu. Namun, semua berubah ketika selesai menonton film ini. Rated-R yang fun tapi tetap bikin dahi mengernyit sambil berguman, damn, this movie is fun

Bicara tentang film ini yang sedikit banyak mengingatkan saya terhadap film komikal serupa, Scott Pilgrim Vs. The World. Namun salah satu hal yang menarik perhatian dari awal tidak lain tidak bukan adalah si Harley Quinn yang di film ini menjelaskan tentang usahanya untuk lepas dari bayang – bayang Mr. J aka Joker yang memberikan dia banyak perlindungan sehingga hampir tak tersentuh di Gotham yang penuh dengan kriminal dan ingin membunuhnya. Di film ini kita akan diperlihatkan sedikit sisi baik dan manusianya seorang Harley Quinn yang sangat gila, spontan, juga emosional dan sentimentil. Film ini juga dijelaskan sedikit tentang masa lalu seorang Harleen Quinzel yang tidak pernah diceritakan sebelumnya

Harley Quinn

Segi cerita sendiri pun film ini sangat enak untuk di nikmati, dengan Rated-R yang memang khusus untuk penonton dewasa, kita diberikan efek sadis, sedikit bloody dan patah – patah tulang yang bikin ngilu leher. Dengan alur maju dan mundur di awal, tidak membuat bingung karena narasi yang dibawakan oleh Harley Quinn sendiri sangat khas, kental dan mudah di mengerti. Di sisipkan komedi yang tidak garing, fresh dan sangat girly membuat film ini sangat tipikal popcorn movie yang membuat orang betah untuk menonton tanpa harus berfikir terlalu banyak, yang harus dilakukan hanyalah duduk dan menikmati keseruannya

Bird of Prey

Cast-nya pun sangat mendukung cerita ini tersampaikan, walaupun peran Mary Elizabeth Winstead menurut saya masih bisa lebih baik, ada yang kurang – kurang sedikit, namun cast yang lain mampu menutupi kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan. Terus terang selain Harley Quinn, Black Canary menjadi tokoh favorit saya di film ini, gesture, pembawaan karakter dan persinifikasi karakternya terasa sangat nyata. Ewan McGregor yang memerankan peran sebagai Black Mask pun memainkan peran yang sangat baik, film ini juga memasukkan sedikit unsur LGBTQ dengan di tunjukannya hubungan lebih dari sekedar bos dan anak buah dengan Zsaasz, namun tetap tidak terlalu eksplisit. Diluar itu, peran lain sangat memuaskan, bahkan untuk peran kecil sekalipun seperti musuh – mush kecil yang Harley Quinn hadapi di awal, sangatlah meyakinkan

Ewan McGregor sebagai Black Mask
Cass, yang di buru Black Mask
Black Canary dan Harley Quinn

Yang sangat menjadi fokus saya adalah fight scene yang ditampilkan oleh Harley Quinn. Yap, dengan body yang segitu, apalagi di dukung sinematografi yang apik dengan tone yang sangat dinamis, di setiap tendangan, salto, backflip, tembakan, asap dan lainnya yang dipadukan dengan teknik super smooth slowmotion membuat adegan – adegan fight scene di film ini sangat satisfying. Stunt Double-nya Margot Robbie bekerja dengan sangat baik. Mungkin yang kurang kena untuk saya pribadi adalah CGI dari lansekap yang ditampilkan masih bisa di poles agar lebih realistis, sebagai contoh adegan ketika mereka memasuki amusement park dan scene di jembatan Gotham itu. Keburu deadline, mungkin

di akhir, film ini sangat memuaskan untuk di tonton, fresh dan lucu. sinematografi yang keren, fight scene yang oke, dan cast yang bermain dengan sangat baik. memang ditujukan untuk popcorn movie. Film ini bisa saja masuk nominasi Oscar untuk make up ataupun artistik. who knows?

Iryansyah Nasir

tukang review belum bersertifikat nasional, mengaku metal tapi nonton Grave of Fireflies tetap menangis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *