Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) | Rekap Film

“Yang dicari hilang, yang dikejar lari”

Menonton ini pikiran saya diisi oleh ekspektasi tinggi karena promosi Visinema yang terbilang sangat jor-joran dari awal. Diangkat dari buku penuh inspirasi karya Marcela FP, dan disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, sosok dibalik film Filosofi Kopi dan Wiro Sableng, film ini sedikit banyak memberikan kejutan dari segi cerita dan teknik produksi yang melawan arus kebiasaan per-film-an Indonesia

diangkat dari buku dengan judul yang sama

Disaat menjamurnya film horror, Visinema memang memiliki visi yang melawan dan progresif. Dengan film yang segar, penuh harapan dan cinta, membawa jalur lain penonton Indonesia untuk menikmati karyanya, dan sangat tepat ketika Visinema mengambil buku NKCTHI untuk di filmkan. Syukurnya, menurut pengalaman menonton saya (dan mungkin juga anda) tidak ada misscasted dalam film ini

Drama keluarga yang penuh dengan intrik, rahasia dan kejadian – kejadian rumah tangga yang mungkin bagi sebagian orang tidak asing. Sosok ayah yang overprotektif terhadap anak – anaknya, Ibu yang pendiam, sampai iri hati yang disimpan karena memendam terlalu lama. Tanggung jawab dan pemberontakan alam pikiran, kebebasan dan depresi, juga ekspektasi. Rachel Amanda, Rio Dewanto, dan Sheila Dara membuat film ini menjadi sangat hangat, terlepas dari konflik personal dan masing – masing yang mereka alami, patut diapresiasi pembawaan karakter mereka sangat nyata. Bagi penikmat film yang membumi, NKCTHI adalah film yang harus segera kamu tonton sebelum turun tayang.

Angkasa, Aurora, dan Awan

Satu hal yang sangat membuat saya puas akan film ini adalah pemeran yang bermain sama sekali tidak membuat saya berpikir apakah mereka pantas atau tidak. Cara menyampaikannya, ekspresi dan gesture tubuh sangat meyakinkan penonton untuk melupakan sosok asli dibalik perannya, bahkan ketika si Kale fakboi muncul, saya sama sekali tidak merasa kalau Ardhito Pramono aslinya adalah seorang penyanyi dan announcer radio softboy yang terkenal dengan alunan piano dan suara jazz-nya.

“emang, kamu maunya apa?”

“kapan terakhir kali kau tertidur tenang?”

dari segi cerita, sosok ayah disini adalah peran kunci, dimana dia bisa menyetir semua kejadian dan tingkah laku dalam keluarganya. sedikit intrik sangat diperlukan terlebih lagi bagi anak – anaknya yang sudah ingin bebas. Alur cerita yang maju mundur semakin membuat perjalanan cerita ini menjadi kuat. Seperti teka teki, kita diharuskan untuk melihat setiap adegan dengan seksama agar semua puzzle yang berhamburan mengenai apa permasalahan keluarga ini sebenarnya menjadi lengkap dan menyatu, sehingga konklusi yang kita harapkan tampil di akhir dengan jelas. Hal ini didukung dengan teknik pengambilan gambar yang nyaman ditonton dengan tone warna cokelat dan hangat, sedikit gelap, namun masih membuat mata nyaman dan betah untuk dipandang dari segi estetiknya

“Kalau semua jalan diambil tanpa peduli kondisi, pasti dunia berisik sekali. Tak lihat situasi, kapan harus marah, kapan harus mengalah, kapan harus membela, kapan harus mereda. Kapan harus bersuara kapan harus mendengar saja”

saya hanya tidak mengeri cameo Isyana Sarasvati di film ini, apakah untuk fanservice, atau sekadar pelengkap jalan cerita dibalik nama bekennya. Selain Isyana yang secara jelas muncul di layar, sangat banyak nama – nama yang disebutkan dalam film ini yang membuat penyuka musik Indonesia bisa senyum – senyam sendiri. Oh ya, ada Hindia juga, yang manggung disertai adegan ehem Rachel Amanda dan Ardhito Pramono. Maaf fansnya Ardhito, anda akan patah hati setelah adegan itu.

Diakhir, ada kepuasan tersendiri menonton film ini, namun, ada sedikit ketidak puasan juga. Tidak puasnya karena saya merasa kalau film ini belum bisa membuat saya mengeluarkan air mata karena tingkat sensitifitas ceritanya. Mungkin saya terlalu batu setelah standar tangisan saya cuman sekedar film depresi berkedok animasi berjudul Kuburan Kunang – Kunang

Iryansyah Nasir

tukang review belum bersertifikat nasional, mengaku metal tapi nonton Grave of Fireflies tetap menangis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *