Sing Street (2016) | Rekap Film

para personil Sing Street

Kabar bahwa Michael Jackson akan dibuatkan film biopiknya menjadi semangat baru bagi sineas dunia karena bisa dipastikan, film – film bertema musik akan hadir kembali di layar lebar. Setelah Bohemian Rhapsody, Yesterday, sampai lagu – lagu cinta dan perjuangan ala Disney banyak menghiasi bioskop di berbagai kota selama tahun 2019, namun ada satu film yang sampai sekarang masih sangat membekas, sangat underrated, sampai orang – orang tidak tahu menahu kalau film simple seperti ini ada di dunia dan memberikan efek setelah menonton yang berkepanjangan

Cosmo dan Raphina

Sing Street memberikan pesan simple pada penonton dari cinta akan saudara, sampai perjuangan mendapatkan wanita. 2016 menjadi tahun rilis film ini yang merupakan debut peran seorang pria bernama Ferdia Walsh Peelo, aktor berkebangsaan Irlandia yang memerankan peran Cosmo dengan sangat apik dengan optimisme dan kagoknya sebagai anak SMA yang menyukai seorang Raphina yang diperankan oleh Lucy Boynton. Cosmo ditengarai memiliki ciri – ciri seorang adik yang memiliki Brother Complex kepada kakak laki – lakinya yang diperankan oleh Jack Reynor, yang mungkin kamu sudah tahu berperan sebagai Christian sang fakboi dari atteur horror Midsommar.

Cosmo dan Brendan

Yang menarik dari film ini alurnya yang sangat rapi, pembawaan karakter yang natural, sehingga peran yang dibawakan menjadi tempelan permanen bagi pemainnya sendiri. Bahkan ketika saya menonton Bohemian Rhapsody, saya cuman mengingat Lucy Boynton sebagai Raphina di Sing Street, bukan sebagai lover-nya Freddie Mercury. Sinematografi yang simple, tidak alay dan enak membuat para pecinta film tidak menjadi bosan, dialog yang dibawakan pun terkesan tidak aneh bagi kita para penikmat subtitle download-an dari subscene.

Cosmo dan Raphina mau kabur ke London!

Kalaupun ada yang patut diberikan apresiasi adalah lagu yang mengisi film ini sangat – sangatlah enak, ketika menulis ini, Up dari Sing Street di repeat berkali – kali karena hal yang paling membekas ketika menonton sebuah film bertema musik adalah dengan mendengarkan lagu – lagunya. Sebut saja Lost Stars-nya Adam Levine yang sampai saat ini masih menggaung karena Begin Again-nya Mark Ruffalo dan sekarang masih menjadi salah satu film dengan tema musik favorit. Atau sebut saja scoring dari film Pirates of Carribean atau Harry Potter yang sangat khas. Begitu juga dengan SIng Street, sekali menonton filmnya, akan jadi jaminan ketika selepas selesai menonton langsung auto-scroll Spotify sekadar membuat playlist dengan judul “Sing Street”

Sing Street lagi shooting video klip perdana

Sing Street adalah satu film underrated yang jarang diketahui banyak penikmat film, terutama yang ke bioskop untuk menonton popcorn movie (cinema rules). Sing Street memberikan pengalaman menonton yang simple, enak, sangat fresh, dengan unsur komedi dan pesan yang mendalam. Karena diakhir film, ada satu kalimat pesan yang menjadi tujuan dibuatnya film ini yang mungkin harus kamu cari dan tonton segera setelah membaca review ini.

Iryansyah Nasir

tukang review belum bersertifikat nasional, mengaku metal tapi nonton Grave of Fireflies tetap menangis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *