TOP GUN (1986) | Rekap Film

“Sorry, Goose, but it’s time to buzz the tower.”

Satu lagi film yang baru menghadirkan sekuelnya setelah berpuluh tahun lamanya akan tayang di tahun 2020. Sekuel film ini akan diolah sutradara Joseph Kosinski. Timelinenya sendiri akan mengambil beberapa tahun kemudian setelah Maverick menjadi instruktur di Top Gun. Sebelumnya Top Gun karya Tony Scott tahun 1986, alur cerita berada pada tahun 1969 dimana Maverick masih menjadi seorang letnan pilot pesawat tempur. Top Gun merupakan akademi yang dipersiapkan untuk melatih para pilot pesawat tempur terbaik untuk menghadapi pertarungan udara yang berada di Miramar, Amerika.

Awal film kita mengetahui bahwa film ini akan berfokus pada bagaimana pelatihan Pete “Maverick” Mitchell (Tom Cruise) dan Nick “Goose” Bradshaw (Anthony Edwards) di Top Gun setelah menggantikan teman mereka yang mengundurkan diri.

Secara keseluruhan, pembukaan film ini terasa lambat dan akan cukup membosankan dimana tiga perempat dari keseluruhan film menceritakan bagaimana Maverick dan Goose menjalani pelatihan dan Maverick yang mencoba memenangkan hati instrukturnya. Maverick yang diperankan oleh Tom Cruise adalah pilot yang senang menantang bahaya dan tidak memiliki rasa takut. Sikapnya yang bisa dibilang cukup berbahaya mengundang ketidaksukaan dari sesama rekan dan instruktur. Awalnya, kita mungkin akan terkecoh dengan berpikir konflik utama film ini adalah bagaimana Maverick mencari tahu kematian ayahnya. Nyatanya tidak. Film ini bisa dibilang hanya berfokus pada pengembangan karakter Maverick yang tidak peduli bahaya menjadi bijaksana yang sebenarnya agak sederhana menggambarkan prosesnya hingga ia pulih.

Goose: “No. No, Mav, this is not a good idea.”

Maverick: “Sorry, Goose, but it’s time to buzz the tower.”

Perasaan bersalah ketika kawannya mati saat terbang bersamanya membuat Maverick berpikir ulang mengenai tindakannya walaupun hal itu murni dianggap kecelakaan. Syok yang ia terima memberikan kekacauan hingga ia enggan ikut bertempur sampai pada titik ia mengundurkan diri menjelang akhir kelulusan mereka. Dari segi cerita film ini bisa terbilang memiliki plot yang biasa dimana butuh setengah paruh film untuk mengetahui letak konflik filmnya.

Drama kisah Maverick dan Charlie mengambil setengah atensi film. Agak disayangkan plot tersebut tidak berlanjut dengan hubungan mereka di film sekuelnya yang tidak lagi melibatkan Kelly McGillis dengan menghadirkan tokoh wanita lain. Film ini bisa jadi referensi bagus kalau kamu ingin menonton pertarungan yang lain dari biasanya karena adegan pertarungan antar pesawat yang terlihat nyata walaupun akan kesusahan menentukan mana pesawat musuh dan bukan.

Charlie: “And second?”

Maverick: “I don’t know. I’ll tell you tomorrow. But it’s looking good so far.”

Meski begitu, film layak menemani akhir pekan kamu untuk bersantai meliihat film yang melambungkan nama Tom Cruise di Hollywood. Terlebih adegan pertarungan udaranya akan cukup membawa ketegangan yang dibawakan dengan matang.

Maverick, Goose, Hollywood dan Wolfman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *