Efek Rumah Kaca Live at Kendari | Rekap Konser

“Kau Belah Dadaku, Mengganti Isinya”

Authenticity di tanggal 9 Agustus 2019 kemarin mendatangkan Efek Rumah Kaca sebagai Band untuk memeriahkan Authentic Moment di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bagi penikmat musik Efek Rumah Kaca tentu ini adalah kabar baik mengingat kedatangan sebelumnya berselang cukup lama, yakni di tahun 2013 silam.

Acara dibuka dengan penampilan Band dan Musisi lokal Kota Kendari, diantaranya Evil Inside, After Rain, Penenun Kata, Sixth Circus, Vata Brata, dan ditutup oleh Hip Hop Vanguard. Memanaskan suasana dengan berbagai vibes dan sekaligus menunjukkan bahwa musik di Kota Kendari sudah menyentuh ranah – ranah musik yang di tahun – tahun sebelumnya terasa sangat monoton, dengan unsur Akustik, Pop Ambience, sampai Hip Hop, mereka membuat pembukaan yang sangat berkesan bagi penikmat musik, apalagi penikmat skena musik independen yang sepertinya sudah banyak menjamur di Kota Kendari di beberapa tahun terakhir ini

Trouble pada awal mulainya Kendari Hip Hop Vanguard tak menjadikan penonton turun semangat, dan justru bersorak menyemangati selagi menunggu Pukul 21.45 WITA, Efek Rumah Kaca memasuki stage. Selang beberapa lama Cholil dan kawan – kawan mulai memasuki stage, diiringi teriakan penonton yang sangat menantikan kehadiran mereka kembali dengan suasana yang baru. Setelah memberi salam, pengalaman musikal penonton dibuka dengan Hujan Jangan Marah dari album Kamar Gelap, penonton mulai bergerak lambat mengikuti suara mistik Cholil di lagu ini. Merinding, karena setelah sekian lama, lagu ini akhirnya di bawakan secara langsung di hadapan penonton.

Belum sempat menarik nafas, intro Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa membuat barisan penonton di belakang mulai merangsak maju untuk melompat dan bernyanyi bersama, semua energi menjadi satu bernyanyi lagu yang jadi favorit Iga Massardi Barasuara ini. Lepasnya menuju lagu kedua, mereka memainkan Putih yang diselingi suara Popi membacakan kalimat – kalimat mistis dalam lagu ini, emosi penonton di koyak dengan suasana lagu dan lirik yang menjadi salah satu track paling favorit di album Sinestesia ini. Penonton malam itu larut dalam setiap kata yang dikeluarkan Cholil.

Balerina menjadi lagu selanjutnya yang dibawakan, mungkin Efek Rumah Kaca adalah salah satu band yang pandai memainkan emosi penontonnya dengan pilihan lagu yang membuat penonton semula tenang, langsung menggila dengan alunan lagu ini yang cocok bagi mereka yang ingin berjoged, karena belum sampai disitu, Di Udara menjadi pilihan mereka untuk membuat Penonton bernyanyi bersama, mengenang Almarhum Munir dan melodi sajak perjuangan yang disampaikan lewat lagu dan hentakan drum Akbar yang membangkitkan semangat. Tangan terkepal menandakan bahwa Efek Rumah kaca berhasil membuat penonton Kendari menjadi satu emosi dan frekuensi

Lagu apa lagi yang bisa membangkitkan energimu untuk melompat dan bernyanyi bersama selain Kenakalan Remaja di Era Informatika? lagu yang membuat nama Efek Rumah Kaca melambung ini dibawakannya dengan sangat apik. Teriakan Ow dalam lagu yang membuat dua Penyanyi Latar mereka sempat tertawa kepada penonton karena semangat dan antusiasme menyanyikan lagu ini. Dilanjutkan dengan Biru, adalah lagu yang menjadi headline di beberapa stasiun televisi karena protes mereka akan lagu – lagu di Industri musik Indonesia yang itu – itu saja, mereka mencoba mendobrak Pasar musik dengan tagline “Pasar Bisa Diciptakan” yang dinyanyikan bersama di outro lagu, teriakan penonton yang senada membuat konser ini berasa ajang protes bersama bagi industri musik tanah air.

Efek Rumah Kaca kembali menurunkan tempo dengan lagu Seperti Rahim Ibu. Lagu yang berkolaborasi dengan Mata Najwa ini adalah bentuk keprihatinan terhadap Indonesia. Kemanusiaan itu seperti terang pagi, membuat penonton terbawa dengan alunan lagu ini. Tanpa memperdulikan siapa orang di sampingnya, semua orang bernyanyi bersama, apalagi dengan Lagu Kesepian sebagai lagu yang dibawakan selanjutnya dengan kontradiksi dua lagu beda rilisan ini. Lagu Kesepian adalah lagu patah hati pada zamannya, mungkin sudah ada yang mengeluarkan air mata pada saat “Dimana Terang yang Kau Janjikan” dikumandangkan Cholil, karena belum cukup sampai disitu, Desember membuat seluruh penonton di venue bernyanyi. Tak bisa dipungkiri bahwa Desember merupakan salah satu lagu Efek Rumah Kaca yang paling dikenal bahkan untuk orang awam sekalipun. Lirik – lirik yang magis menjadi magnet tersendiri bagi penonton, membuat lagu ini menjadi moment fase trance bagi saya sendiri yang saat itu tepat berada di depan Popi, menyaksikan Efek Rumah Kaca membawakannya dengan penuh penghayatan

Setelah berbincang menyapa penonton, Sebelah Mata, lagu wajib bagi para penikmat senja pecandu kopi ini di bawakan, yang bahkan dari intronya saja sudah membuat para penonton berteriak. Rim Shot ciri khas Akbar di lagu ini, Nada tinggi Cholil di awal lagu makin membuat penonton makin menggila, bernyanyi bersama dengan lirik yang mudah dipahami walau kadang sangat anti-mainstream, ya seperti penggunaan kata Diabetes yang muncul di liriknya. sama seperti Desember, lagu ini membuat seluruh penonton di venue bernyanyi. Tidak sampai disitu saja, lagu terakhir, Cinta Melulu membuat semua penonton melompat, merengsek maju ke depan sampai terjadi baku senggol antar penonton sehinggan memicu perkelahian, sangat disayangkan karena untuk beberapa saat Cholil menghentikan nyanyiannya, mungkin kaget, namun akhirnya tetap di teruskan. Penyanyi Latar mengacungkan dua jari telunjuk dan tengah keatas sebagai lambang damai, dan tentu di-aminkan oleh penonton yang kembali melompat mengikuti lagu penutup dari album pertama, Self Titled Efek Rumah Kaca ini.

Menonton Efek Rumah Kaca adalah pengalaman menikmati musik yang jujur, menikmati setiap lirik dan suasana yang dibawakan. Menberikan pengalaman musikal yang jarang di dapatkan oleh mereka penyuka musik major mainstream yang itu – itu saja. Karena seperti kata mereka, mereka hadir karena “Pasar Bisa Diciptakan”

Iryansyah Nasir

tukang review belum bersertifikat nasional, mengaku metal tapi nonton Grave of Fireflies tetap menangis

2 thoughts on “Efek Rumah Kaca Live at Kendari | Rekap Konser

  • 11 August 2019 at 19:52
    Permalink

    Keren reviewnya min…
    Syg skli nda sempat nonton 😭😭

    Reply
  • 12 August 2019 at 02:33
    Permalink

    Salut dengan irma H. Istri dari cholil yang bisa menasehati para perusuh itu walaupun dengan isyarat ✌️

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *